Notification

×

Seniman Komedi Palembang Diedukasi Agar Tak Salah Langkah di Media Sosial

Rabu, 03 Juni 2026 | Juni 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-03T03:37:29Z

 Pemkot Palembang Gandeng PASKI Edukasi Seniman Agar Bijak Bermedsos dan Melek Hukum



Palembang — Pemerintah Kota Palembang terus mendorong para pelaku seni, khususnya seniman komedi, agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Langkah itu dilakukan melalui sinergi bersama Persatuan Seniman Komedi Indonesia atau PASKI Koordinator Wilayah Palembang.

Upaya tersebut menjadi perhatian Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam audiensi bersama PASKI Palembang, Selasa, 2 Juni 2026. Dalam pertemuan itu, Pemkot Palembang menekankan pentingnya literasi digital dan pemahaman hukum bagi para seniman yang kini semakin aktif tampil tidak hanya di panggung, tetapi juga di berbagai platform media sosial.

Ratu Dewa menilai perkembangan media sosial telah mengubah cara seniman berinteraksi dengan masyarakat. Jika dulu komedian hanya tampil di panggung hiburan, kini karya mereka dapat disaksikan ribuan bahkan jutaan orang melalui konten digital. Kondisi ini membuka peluang besar, tetapi juga membawa risiko apabila konten yang dibuat tidak memperhatikan norma, etika, dan aturan hukum.

Menurutnya, seniman memiliki pengaruh besar dalam membentuk suasana sosial masyarakat. Lewat humor dan kreativitas, pesan-pesan pembangunan, edukasi publik, hingga kritik sosial dapat disampaikan secara ringan dan mudah diterima. Namun, kebebasan berekspresi tetap harus dibarengi tanggung jawab.

Pemkot Palembang berharap seniman komedi tidak hanya mampu menghibur, tetapi juga menjadi contoh dalam menyampaikan pesan yang cerdas, santun, dan tidak menimbulkan kegaduhan di ruang digital. Hal ini penting karena media sosial saat ini menjadi ruang publik yang sangat luas dan cepat menyebarkan informasi.

Melalui kerja sama dengan PASKI, para seniman diharapkan memahami batasan dalam membuat konten. Materi komedi yang ditampilkan perlu menghindari unsur penghinaan, ujaran kebencian, fitnah, perundungan, pornografi, SARA, maupun konten yang berpotensi melanggar hukum.

Ratu Dewa juga mendorong agar komedi di Palembang dapat berkembang sebagai media edukasi publik. Sebelumnya, ia pernah menyampaikan bahwa komedi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental dan keharmonisan sosial masyarakat. Komedi dinilai dapat menjadi sarana penyampaian pesan pembangunan yang lebih mudah diterima publik.

Di tengah pesatnya dunia digital, para komedian lokal juga dituntut lebih adaptif. Mereka tidak hanya dituntut lucu, tetapi juga harus paham cara membangun konten yang sehat, kreatif, dan aman secara hukum. Dengan begitu, karya yang dihasilkan tidak hanya viral, tetapi juga memiliki nilai positif bagi masyarakat.

PASKI Palembang menyambut baik dukungan Pemkot Palembang tersebut. Organisasi seniman komedi itu berkomitmen memperkuat literasi hukum di kalangan anggotanya. Edukasi ini dinilai penting agar para komedian tidak terjebak dalam persoalan hukum akibat unggahan atau pernyataan yang disampaikan di media sosial.

Kehadiran PASKI di Palembang juga diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan bagi seniman komedi lokal. Para pelaku seni dapat saling bertukar pengalaman, meningkatkan kualitas pertunjukan, serta memahami etika dalam berkarya di era digital.

Selain soal literasi hukum, Pemkot Palembang juga melihat potensi besar seniman komedi dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Komedian lokal dijadwalkan dapat ikut memeriahkan berbagai ruang publik dan program kota, seperti Car Free Day, Car Free Night, hingga rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Palembang.

Keterlibatan seniman dalam kegiatan publik dinilai dapat membuat suasana kota menjadi lebih hidup. Kehadiran hiburan komedi yang sehat dan mendidik juga dapat menjadi daya tarik bagi warga dan wisatawan yang datang ke Palembang.

Pemkot Palembang optimistis kolaborasi bersama PASKI dapat melahirkan ekosistem seni komedi yang lebih tertata. Seniman tetap diberi ruang untuk berekspresi, tetapi tetap diarahkan agar memahami tanggung jawab sosial dan hukum.

Ratu Dewa berharap para seniman komedi Palembang mampu menjaga marwah dunia hiburan lokal. Komedi tidak boleh hanya mengejar viralitas sesaat, tetapi juga harus memberi manfaat, menjaga persatuan, dan menghadirkan suasana positif di tengah masyarakat.

Di era media sosial, satu unggahan bisa menyebar sangat cepat. Karena itu, setiap konten yang dibuat harus dipikirkan secara matang. Kesalahan dalam memilih kata, gambar, atau candaan dapat menimbulkan salah paham, bahkan berujung pada persoalan hukum.

Edukasi bermedia sosial bagi seniman juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih sehat. Pemkot Palembang ingin dunia hiburan lokal tumbuh sejalan dengan nilai budaya, etika, dan aturan yang berlaku.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan PASKI, seniman komedi di Palembang diharapkan semakin profesional. Mereka dapat terus berkarya, menghibur masyarakat, mengangkat budaya lokal, serta menjadi bagian dari pembangunan kota melalui kreativitas.

Kolaborasi ini juga menjadi pesan bahwa dunia seni tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi. Seniman yang mampu memanfaatkan media sosial dengan bijak akan memiliki peluang lebih besar untuk dikenal luas, mendapatkan penghasilan, dan membawa nama Palembang ke tingkat yang lebih tinggi.

Pemkot Palembang menegaskan bahwa dukungan terhadap seniman akan terus diberikan. Namun, dukungan tersebut juga harus berjalan bersama kesadaran para pelaku seni untuk menjaga etika, memahami hukum, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Dengan langkah ini, Palembang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan kuliner, tetapi juga sebagai kota yang memiliki seniman kreatif, cerdas, dan bijak dalam berkarya di ruang digital.

×
Berita Terbaru Update