Notification

×

Pemkot Palembang Perketat Pengendalian Harga Setelah Inflasi Naik

Rabu, 03 Juni 2026 | Juni 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-03T03:55:35Z

 Harga Mulai Naik, Inflasi Palembang Tembus 2,53 Persen



Palembang — Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Palembang mulai bergerak naik. Kondisi ini membuat laju inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) Kota Palembang pada Mei 2026 menembus 2,53 persen.

Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Pada April 2026, inflasi tahunan Palembang tercatat sebesar 1,71 persen. Kenaikan inflasi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Palembang karena menyangkut langsung daya beli masyarakat, terutama terhadap kebutuhan pangan harian.

Data terbaru indikator ekonomi makro tersebut dirilis Pemkot Palembang bersama Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Palembang dalam kegiatan resmi di Lawang Jabo, Pemkot Palembang. Dari hasil rilis tersebut, kenaikan harga pangan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi Palembang pada Mei 2026.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan kenaikan inflasi terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah bumbu dapur. Beberapa komoditas yang ikut memberi tekanan antara lain cabai merah, bawang merah, dan tomat. Kenaikan harga komoditas tersebut cukup terasa karena merupakan kebutuhan yang hampir setiap hari digunakan masyarakat.

Menurut Isnaini, tekanan inflasi juga dipengaruhi meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan dan libur nasional. Pada periode seperti ini, kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha kuliner, hingga sektor perdagangan biasanya ikut meningkat. Akibatnya, harga sejumlah komoditas berpotensi bergerak naik apabila pasokan tidak seimbang dengan permintaan.

Kenaikan harga bumbu dapur menjadi perhatian khusus karena sangat cepat dirasakan masyarakat. Cabai, bawang, dan tomat merupakan komoditas yang sensitif terhadap cuaca, distribusi, serta ketersediaan pasokan dari daerah penghasil. Ketika pasokan terganggu, harga di tingkat pasar tradisional dapat berubah dalam waktu singkat.

Selain faktor lokal, Pemkot Palembang juga mencermati tekanan dari kondisi global. Kenaikan harga minyak mentah dunia disebut dapat berdampak pada biaya distribusi, ongkos angkut, hingga harga barang kebutuhan pokok di pasaran. Biaya energi yang naik juga dapat memengaruhi harga kemasan pangan dan logistik.

Untuk menekan dampak kenaikan harga, Pemkot Palembang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID mengoptimalkan strategi 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Strategi ini menjadi langkah utama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Pemkot Palembang juga memperkuat kerja sama antardaerah untuk menjaga pasokan pangan. Langkah ini penting karena sebagian kebutuhan pangan di Palembang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Jika distribusi terganggu atau stok di daerah penghasil menurun, harga di pasar bisa ikut terdorong naik.

Selain menjaga pasokan, pemerintah juga menyiapkan langkah pasar murah. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama di tengah kenaikan harga beberapa komoditas pangan.

Kenaikan inflasi Palembang menjadi sinyal bahwa pengawasan harga di pasar perlu diperketat. Pemerintah daerah perlu memastikan tidak ada penimbunan barang, permainan harga, atau hambatan distribusi yang dapat memperburuk kondisi. Pedagang juga diharapkan tetap menjaga harga secara wajar sesuai kondisi pasokan.

Bagi masyarakat, kenaikan inflasi berarti biaya kebutuhan sehari-hari bisa terasa lebih berat. Meski angka 2,53 persen masih berada pada level yang perlu dikendalikan, kenaikan dari bulan sebelumnya menunjukkan adanya tekanan harga yang harus segera diantisipasi.

Inflasi yang tidak terkendali dapat berdampak pada banyak sektor. Rumah tangga berpenghasilan rendah menjadi kelompok paling rentan karena sebagian besar pengeluaran mereka digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Jika harga pangan terus naik, daya beli masyarakat bisa melemah.

Sementara bagi pelaku usaha kecil, kenaikan harga bahan baku dapat memengaruhi biaya produksi. Pedagang makanan, rumah makan, warung, hingga pelaku UMKM kuliner bisa terdampak karena cabai, bawang, dan tomat merupakan bahan penting dalam banyak menu.

Di sisi lain, Pemkot Palembang juga mencatat perkembangan sektor pariwisata yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data BPS, perjalanan wisatawan nusantara ke Palembang tercatat 493.903 perjalanan pada Februari 2026, naik menjadi 640.640 perjalanan pada Maret 2026, lalu turun menjadi 529.423 perjalanan pada April 2026. Stabilitas harga pangan dinilai penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang datang ke Palembang.

Dengan banyaknya agenda dan aktivitas masyarakat di Palembang pada Juni 2026, pengendalian harga menjadi semakin penting. Palembang juga menggelar sejumlah agenda kota, termasuk rangkaian kegiatan HUT Kota Palembang ke-1343 dan Palembang Great Sale pada 1–30 Juni 2026.

Pemkot Palembang menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan BPS, TPID, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diperlukan agar kenaikan harga dapat dipantau lebih cepat dan kebijakan pengendalian inflasi bisa berjalan tepat sasaran.

Masyarakat juga diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah berharap warga tetap tenang karena langkah pengendalian harga terus dilakukan, mulai dari pemantauan pasokan, distribusi, hingga operasi pasar bila diperlukan.

Kenaikan inflasi Palembang menjadi pengingat bahwa stabilitas harga pangan harus dijaga bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga distributor, pedagang, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga kondisi pasar tetap terkendali.

Jika pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar, tekanan harga diharapkan dapat ditekan sehingga inflasi Palembang tidak terus meningkat pada bulan berikutnya.

#InflasiPalembang #HargaPangan #PemkotPalembang #BPSPalembang #CabaiMerah #BawangMerah #Tomat #TPID #BeritaPalembang #Sumsel #Ekonomi #ViralBerita

×
Berita Terbaru Update